Haul Sulthanul-Auliya' Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani

Admin TU
30 September 2026
Haul Sulthanul-Auliya' Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani

Malam 18 Rabiul Akhir 1448 H menjadi saksi perjumpaan indah yang terhinggap beribu berkah. Pada malam itu Pondok Pesantren Kumpeh Daaru Attauhid Jambi kehadiran sosok kharismatik, cicit dari seorang ulama sufi terkemuka di jagat raya ini Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani, yaitu Maulana Assayid Assyarif Syeikh Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al-Jilani Al-Hasani beliau yang secara nasab mengalir darah keturunan ke-25 dari pengarang kitab Al-Fath Ar-Rabbani itu kembali tiba di tanah Melayu Jambi Sailun Salimbai. Kehadiran yang dinanti malam penuh syahdu, ketenangan di tengah gemuruh alam sumatera yang berkabung asap menyeluruh. Melalui langkah perjalanan dakwahnya semoga dengan tibanya beliau menjadi penyejuk hati dan alam yang pilu.

Maulana Assayid Assyarif Syeikh Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al-Jilani Al-Hasani yang kerap disapa "Syeikh Fadhil" ini tak hadir sendirian, beliau disertai oleh putra mulianya. Hadir pukul 21.15 WIB tiba dan langsung menuju kursi kehormatan, disambut lantunan marhaban oleh Majelis Qurra' Kumpeh Daaru Attauhid Jambi. Kharisma Syeikh Fadhil memulai kalimah pertamanya dengan bertawassul kepada Rasulullah SAW, memohon keberkahan dari Allah SWT dan membuka majelis dengan menyampaikan asal usul nasab Sulthanul-Auliya' Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani QS.

Malam itu turut hadir Perwakilan Tamu Negara Sahabat Malaysia dari Kerajan Trangganu dan Sabah. Rektor UIN Sultan Thaha Syaifuddin Jambi, Ketua MUI Provinsi Jambi, Kepala Kantor Kemenag Provinsi Jambi, Kabag Kesra Provinsi Jambi, Direksi Bank 9 Jambi, Ketua Baznas Kota Jambi serta Perangkat Desa Muara Kumpeh Jambi. Tersingkap di tengah acara itu kehadiran permata tersembunyi pewaris sanad Syaikh Yasin Al Fadani yakni Kiai Ahmad Marwazie Al Batawie yang berseri penuh tawadhu'. Acara dibuka oleh pembacaan sab'ul-matsaani, dilanjutkan zikir dan wirid Qodiriyah yang terhujam ketauhidan ismu dzat "Laa Ilaaha Illallah" lalu muzakarah tariikh Sulthanul-Auliya' Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani QS dan ditutup dengan majelis khatmil-kitab dan pemberian ijazah Kitab Al-Mathalib Al-Wafiyyah oleh Maulana Assayid Assyarif Syeikh Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al-Jilani Al-Hasani .

Ditengah kalam, Tuan Guru Sholahuddin Syargawi menyampaikan "Hadza Min Fadhli Rabbi yang mana jika bukan karena kehendak Allah SWT, maka kehadiran beliau belum tentu bisa tiba di tengah kita semua. Setelah sebelumnya tertahan kurang lebih 7 jam lamanya di Jakarta karena mode perjalanan udara yang tertutup asap adanya. Perihal ini yang betul-betul kita syukuri" Ujar Tuan Guru. Malam itu kami semua hanyut dalam indahnya lautan ilmu yang diwejangkan. Tak berselang lama, sanad keilmuan itu diberikan, hadist musalsal yang disampaikan oleh Syeikh Fadhil dan Kiai Mawarzie menjadi pemacu semangat seluruh jamaah dalam mengamalkan ilmu yang diberikan.

Suasana tenang nan hikmat saat Syeikh Fadhil memberikan langsung Kitab Al-Mathalib Al-Wafiyyah kepada Tuan Guru Sholahuddin Syargawi dan seluruh asatidz di Jambi. Penuh harap bahwa ilmu yang beliau bawa, bisa diteruskan di berbagai penjuru dengan menjunjung tinggi ketauhidan kepada Allah SWT wabilkhusus Sepucuk Jambi Sembilan Lurah tercinta.

Diselang waktu memegang microfon, wajah tersenyum dan penuh cinta beliau mengatakan "SAYA ADALAH JAMBI". Tentunya selogan ini telah melekat erat oleh Syeikh Fadhil karena kehangatan dan harmoni jamaah masyarakat Jambi yang sangat antusias selalu dalam ikut serta mengenang Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani QS juga haus akan ilmu dan petuah agama. Penuh harap kehadiran di malam penuh syahdu itu menjadi ketenangan kita semua di tengah gemuruh alam sumatera yang pilu.